Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Sepi yang bising

Ada kembang api di kepalaku.
Warnanya hijau, biru, dan seringkali merah
Orang mendongak saat menonton semuanya
ledak dan memecah.
Aku dan diriku? menunduk.

Katanya indah, tapi ia bising
seperti medan tempur.
Letupan senapan dan desing peluru.
Lumpur merah.

Kadang ia meroket menjadi angkasa
Jatuh kembali sebagai bintang, tapi tetap di sana
Berubah komet, menyublim lubang hitam.

Ia di separuh waktu lebih ramai dari pasar
pagi dan teriakan penjual di dalamnya
Namun separuh waktu lain sunyi bak ruang
kosong tanpa bunyi
Bergemuruh seperti ombak yang marah
Mendesis seperti suplemen dalam air

Aku yang menunduk tidak berubah padi
nyatanya aku berubah bayi ikan yang
tersangkut di dahan dan ranting awan.
Aku menjadi benih yang berusaha tumbuh
dalam beton yang terlanjur membeku.

Rasanya seperti berteriak dalam ruang
kosong.
Dipenjara dalam rumah.
Terluka dalam air.
Hingga kemudian timbul tanya,
apakah hidupku hanya mengada-ada?

Postingan Terbaru

13/03

08/03

Lelah

Mångata [Bagian Satu]

Surat untuk Guntur

Memory Tracks

Tuhan di Antara Kita

Kuntum Sakura [Bagian 1]

Lelaki yang Memilih Pergi

Guntur